Transisi PAUD ke SD, Bunda PAUD Tekankan Pembelajaran Tanpa Tekanan

Transisi PAUD ke SD, Bunda PAUD Tekankan Pembelajaran Tanpa Tekanan
 
Kota Pekalongan – Sebagai sarana untuk memantau proses pembelajaran sekaligus memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, memperkuat komitmen pelaksanaan transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan melalui kegiatan Dolan PAUD di SDN Medono 7. 
 
Inggit, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini menyasar jenjang SD, khususnya kelas 1 dan 2, untuk memastikan prinsip pembelajaran sesuai dengan karakteristik anak usia dini tetap diterapkan. Menurutnya, pendidikan anak usia dini mencakup rentang usia 0–8 tahun sehingga penguatan transisi tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan PAUD, tetapi juga sekolah dasar dan orang tua.
 
“Harapannya, kita bisa menguatkan kembali komitmen bersama agar anak-anak dapat menjalani masa transisi dari PAUD ke SD dengan nyaman, aman, bahagia, dan menyenangkan. Kita tidak bisa hanya menekankan kepada guru PAUD atau guru SD saja, tetapi perlu kolaborasi keduanya serta edukasi kepada orang tua,” ungkapnya.
 
Dalam kegiatan tersebut, ia menuturkan bahwa tiga prinsip utama transisi PAUD ke SD, yakni menghilangkan tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari yang berorientasi pada kenyamanan anak, serta membangun enam fondasi kemampuan anak secara menyeluruh.
 
Inggit mengingatkan bahwa pembelajaran di kelas awal SD tidak semestinya hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Penguatan nilai agama, perkembangan motorik kasar dan halus, serta kepercayaan diri anak juga perlu menjadi perhatian. Guru diharapkan lebih fleksibel dalam menilai pemahaman peserta didik, termasuk memberi kesempatan kepada anak untuk menjawab secara lisan atau bercerita.
 
“Anak tidak harus selalu menunjukkan pemahamannya melalui tulisan. Ketika anak bisa menjawab secara verbal dan bercerita, guru juga perlu memahami bahwa itulah bagian dari proses belajar. Jangan sampai anak terbebani sejak awal masuk SD dengan tugas menulis berlembar-lembar maupun pekerjaan rumah yang berlebihan,” sambungnya.
 
Sementara itu, Kepala SDN Medono 7, Ayu Mega Wulandari menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bunda PAUD Kota Pekalongan yang turut melakukan pemantauan pelaksanaan transisi PAUD ke SD. Kegiatan ini diikuti perwakilan forum PAUD dan gugus SD di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat.
 
Ia berharap kegiatan Dolan PAUD dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat penerapan transisi PAUD ke SD, khususnya di kelas 1 dan 2, sehingga proses adaptasi anak berlangsung lebih menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

 
Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)