Ribuan Warga Padati Monumen, Semangat Perjuangan 3 Oktober Kembali Dihidupkan

Ribuan Warga Padati Monumen, Semangat Perjuangan 3 Oktober Kembali Dihidupkan
Kota Pekalongan – Semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan di Kota Pekalongan kembali dikenang melalui peringatan Peristiwa 3 Oktober. Ribuan masyarakat memadati kawasan monumen untuk menyaksikan upacara peringatan sekaligus drama kolosal yang menggambarkan perjuangan rakyat Pekalongan mengusir penjajah Jepang, Sabtu (3/10/2026) malam di Monumen Juang Kota Pekalongan.
Upacara peringatan dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, serta dihadiri Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Dies Ferra Ningtias, Kepala Kejaksaan Negeri, Dr. Khunaifi Alhumami, kepala OPD, camat, lurah, ASN, guru, pelajar, keluarga veteran, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat.
Drama kolosal yang ditampilkan menjadi salah satu rangkaian utama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang terjadi pada 3 Oktober. Adegan heroik, mulai dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga penurunan dan pengibaran bendera, menggambarkan keberanian masyarakat Pekalongan pada masa tersebut.
Wali Kota Aaf menyampaikan, peringatan 3 Oktober penting untuk terus dilaksanakan agar generasi penerus memahami sejarah perjuangan para pahlawan di Kota Pekalongan.
“Sejarah Kota Pekalongan terjadi pada tanggal 3 Oktober, bagaimana kita mengusir penjajah Jepang. Ini harus kita peringati terus setiap tanggal 3 Oktober supaya generasi-generasi penerus kita tidak lupa dan tahu perjuangan pahlawan-pahlawan Kota Pekalongan pada waktu itu seperti apa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, salah satu nilai utama yang patut diteladani dari para pejuang adalah semangat persatuan. Pada masa itu, berbagai unsur masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama bersatu dengan satu tekad untuk merebut kemerdekaan.
Wali Kota Aaf menilai semangat tersebut relevan untuk diterapkan generasi saat ini, yakni dengan mengutamakan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan negara.
“Yang patut kita teladani adalah bagaimana perjuangan beliau-beliau, para pahlawan ini. Tanpa dikomando, tanpa dipaksa, tanpa dibayar, semuanya bersatu. Harapannya ini menjadi teladan untuk anak-anak sekarang, bagaimana kita berbuat dulu untuk keluarga kita, untuk kota kita, untuk negara kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan juga menyerahkan tali asih kepada keluarga korban pejuang Peristiwa 3 Oktober. Pemberian tali asih tersebut menjadi bentuk perhatian dan penghormatan pemerintah daerah terhadap jasa para pejuang serta keluarga yang ditinggalkan.
Peringatan 3 Oktober diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan nilai patriotisme, persatuan, keberanian, dan semangat berkontribusi kepada generasi penerus Kota Pekalongan.
Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF