Cegah ISPA saat Kemarau, Dinkes Ajak Warga Peduli Kesehatan

Cegah ISPA saat Kemarau, Dinkes Ajak Warga Peduli Kesehatan
 
Kota Pekalongan – Memasuki musim kemarau panjang yang memicu peningkatan debu dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Warga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang tidak kunjung membaik.
 
Berdasarkan data Dinkes Kota Pekalongan, terdapat 2.513 kasus ISPA pada pekan ke-38 tahun 2026 atau sekitar pertengahan September. Jumlah tersebut meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 2.222 kasus. Meski demikian, kondisi ISPA di Kota Pekalongan saat ini masih tergolong aman dan terkendali.
 
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengatakan bahwa, perkembangan kasus ISPA selama musim kemarau panjang menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan meningkat pada periode akhir pengamatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, terutama karena cuaca kering dan kekeringan dapat memicu banyaknya debu di lingkungan.
 
"Sejak sekitar minggu ke-38 atau pertengahan September, kasus tahun 2026 berada di atas tahun 2025. Musim kemarau panjang ini membuat jarak sekitar 13,1 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," ungkap Puji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (16/10/2026).
 
Menurutnya, masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga daya tahan tubuh selama musim kemarau. Paparan debu dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih jika masyarakat beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Selain itu, makanan dan jajanan yang dibiarkan terbuka juga berisiko terpapar debu sehingga kebersihannya perlu diperhatikan.
 
"Kekeringan seperti ini, inginnya segera minum es. Penjual makanan atau jajanan yang tidak tertutup juga bisa terkena debu dan ini bisa menjadi pemicu," jelasnya.
 
Puji menambahkan, ISPA merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menimbulkan gejala berupa demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, badan pegal-pegal, sakit kepala, hingga kelelahan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali gejalanya sejak dini dan tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika mulai merasa kurang sehat.
 
Ia meghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker ketika beraktivitas di lingkungan berdebu, mencuci tangan dengan sabun, serta memastikan makanan dan minuman tetap bersih dan terlindungi. Warga juga diharapkan menjaga kecukupan istirahat dan asupan cairan agar kondisi tubuh tetap prima.
 
Dari sisi pelayanan kesehatan, Puji memastikan bahwa sebagian besar kasus ISPA dapat ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, sesuai kondisi pasien. Penanganan dan rujukan dilakukan secara berjenjang berdasarkan hasil pemeriksaan serta kebutuhan medis masing-masing pasien.
 
"Tidak semua rumah sakit penuh di Kota Pekalongan karena ISPA. Ada tipes dan sakit yang lain. Sistem rujukan kesehatan dilakukan secara berjenjang sesuai kondisi pasien," terangnya.
 
Puji pun menegaskan, masyarakat yang mengalami gejala ISPA dan belum membaik setelah lebih dari tiga hari agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai standar.
 
"Kalau lebih dari tiga hari belum sembuh, silakan datang ke pelayanan kesehatan terdekat, tentunya puskesmas. Nanti akan diperiksa dan diberikan obat-obatan sesuai standar," tuturnya.
 
Melalui upaya pencegahan dan peningkatan kepedulian terhadap kesehatan, ia berharap, masyarakat tetap produktif dan terlindungi selama musim kemarau. Warga diminta tidak panik menghadapi peningkatan kasus, tetapi tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera mencari pertolongan medis apabila diperlukan.
 
"Untuk Kota Pekalongan masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan," pungkasnya.

Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)