Program Sekolah Sehat dan Adiwiyata Jadi Andalan Atasi Darurat Sampah

Program Sekolah Sehat dan Adiwiyata Jadi Andalan Atasi Darurat Sampah
 
Kota Pekalongan – Dunia pendidikan kini menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menanggulangi kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi kota setempat. Melalui gerakan Sekolah Kelola Sampah serta penguatan program lingkungan hidup seperti Sekolah Sehat dan Adiwiyata, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mendorong setiap satuan pendidikan agar mampu menjadi pelopor perubahan perilaku menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
 
Kegiatan pencanangan Gerakan Sekolah Kelola Sampah beberapa waktu lalu mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, S.E. 
 
Wali Kota yang akrab disapa Aaf itu menegaskan bahwa, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk dunia pendidikan.
 
“Sekolah memiliki peran penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang bagaimana mengelola sampah dengan benar. Anak-anak adalah agen perubahan yang akan membawa semangat kebersihan itu ke rumah dan lingkungannya,” ujar Wali Kota Aaf.
 
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mualim, S.Pd, menjelaskan bahwa, berbagai program penanggulangan sampah di lingkungan sekolah sejatinya telah berjalan jauh sebelum kondisi darurat ditetapkan. Namun, momentum darurat sampah ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meneguhkan kembali komitmen mewujudkan sekolah yang sehat dan ramah lingkungan.
 
“Untuk mewujudkan sekolah yang sehat tentu harus dimulai dari kebersihan lingkungan dan tata kelola sampah yang baik di setiap sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (17/10/2025).
 
Menurutnya, Dinas Pendidikan mengintegrasikan isu pengelolaan sampah ke dalam beberapa program utama, seperti Program Sekolah Sehat, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Program Adiwiyata. Ketiganya berorientasi pada pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang bebas sampah dan nyaman.
 
“Program Sekolah Sehat merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, sedangkan Adiwiyata dijalankan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tujuannya adalah menciptakan sekolah hijau yang tidak hanya indah, tetapi juga berkelanjutan,” terang Mualim.
 
Dalam pelaksanaan Program Adiwiyata, sekolah dinilai dari berbagai aspek seperti kebijakan, kurikulum berbasis lingkungan, sarana dan prasarana pendukung, hingga sistem pengelolaan sampah yang diterapkan. 
 
"Sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria DLH kemudian diusulkan mengikuti lomba Adiwiyata tingkat kota, provinsi, bahkan nasional,"bebernya.
 
Lebih lanjut, Mualim menyampaikan bahwa, menyikapi status darurat sampah di Kota Pekalongan, pihaknya telah menunjuk empat sekolah sebagai pilot project penerapan Gerakan Sekolah Kelola Sampah, yakni SMP Negeri 8, SMP Negeri 6, SMP Negeri 14, dan SMP Islam Kota Pekalongan. Kegiatan peluncuran program ini dipusatkan di SMP Negeri 8.
 
“Empat sekolah tersebut menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah yang baik agar tidak terjadi penumpukan, timbul bau tidak sedap, atau menimbulkan risiko kesehatan bagi warga sekolah,” jelasnya.
 
Lanjutnya, Dinas Pendidikan juga terus melakukan pembinaan dan monitoring agar seluruh sekolah di bawah kewenangannya. Sebanyak 30 SMP negeri dan swasta dapat menerapkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang bersih sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar.
 
“Harapan kami, sekolah bisa menanamkan nilai-nilai hidup bersih dan disiplin dalam diri siswa. Jika anak-anak sudah terbiasa menjaga kebersihan di sekolah, maka perilaku itu akan terbawa hingga ke rumah dan masyarakat,” tegasnya.
 
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, ia optimistis, Pemkot Pekalongan mampu menekan volume sampah dari sumbernya sekaligus menumbuhkan budaya baru dalam mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. 
 
"Gerakan kecil dari lingkungan pendidikan diharapkan menjadi langkah besar menuju Pekalongan yang bersih, sehat, dan berdaya lingkungan,"pungkasnya.
 

Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)