Semangat Berkarya Tanpa Batas: Pelatihan Merajut Dekranasda bersama TP PKK Kota Pekalongan Jadi Inspirasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Semangat Berkarya Tanpa Batas: Pelatihan Merajut Dekranasda bersama TP PKK Kota Pekalongan Jadi Inspirasi di Tengah Efisiensi Anggaran
Kota Pekalongan kembali meneguhkan identitasnya sebagai kota kreatif yang kaya akan tradisi kerajinan. Di tengah keterbatasan anggaran, semangat untuk berkarya dan berbagi keterampilan justru semakin menguat. Hal ini tampak jelas dalam pelaksanaan Pelatihan Merajut yang digagas Dekranasda Kota Pekalongan, bertempat di Galeri Kavera Crochet. Selasa, (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian sosial, di mana keterbatasan dana tidak menghalangi masyarakat untuk terus belajar, berkreasi, dan menularkan keterampilan demi peningkatan kapasitas serta kesejahteraan bersama.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk melahirkan karya dan meningkatkan kapasitas masyarakat. Dengan anggaran yang terbatas, pelatihan tetap terlaksana berkat inisiatif sosial dari Vera Safira, salah satu pengurus Dekranasda sekaligus pemilik Galeri Kavera Crochet, serta dukungan penuh dari Dekranasda Kota Pekalongan dan TP PKK serta Dindagkop UKM Kota Pekalongan.
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillah saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Kavera yang telah menginisiasi kegiatan pagi ini. Di tengah efisiensi anggaran, banyak program yang terpaksa ditiadakan. Namun berkat inisiatif ini, pelatihan merajut bisa terlaksana dengan anggaran yang terbatas. Ini benar-benar kegiatan sosial, dan alhamdulillah bisa berkolaborasi dengan TP PKK Kota Pekalongan,†ujarnya.
Inggit menekankan bahwa semangat berkarya tidak boleh padam meski anggaran terbatas. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi keterampilan, tidak hanya dalam merajut tetapi juga dalam berbagai bidang kerajinan lain yang menjadi kekayaan Kota Pekalongan.
Ketua Harian Dekranasda sekaligus Plt. Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo, menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Pelatihan ini luar biasa. Dari yang awalnya awam menjadi paham, dari yang belum bisa menjadi bisa. Di tengah efisiensi anggaran, muncul kepedulian untuk tetap membagikan ilmu dan keterampilan. Ini adalah upaya peningkatan kapasitas masyarakat Kota Pekalongan,†ungkapnya.
Menurut Wismo, kegiatan seperti ini harus terus didorong agar masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal dalam meningkatkan taraf hidup, sekaligus memperkuat identitas Kota Pekalongan sebagai kota kreatif.
Sebagai penggagas kegiatan, Vera Safira, pemilik Galeri Kavera Crochet sekaligus pengurus Dekranasda, menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah acara pelatihan merajut ini dapat terlaksana berkat dukungan Dekranasda, Dindagkop UKM, dan TP PKK Kota Pekalongan. Semoga ke depan pelatihan seperti ini bisa terus diadakan agar masyarakat memiliki keterampilan sebagai modal dalam peningkatan taraf kehidupan,†tuturnya.
Kavera berharap keterampilan merajut yang diperoleh peserta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dikembangkan menjadi usaha kreatif yang bernilai ekonomi.
Pelatihan merajut ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan simbol semangat berkarya tanpa batas. Meski tanpa anggaran, kegiatan tetap berjalan dengan baik berkat kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama.
Pelatihan merajut di Galeri Kavera Crochet membuktikan bahwa kreativitas, kepedulian, dan kolaborasi mampu mengatasi keterbatasan anggaran. Kota Pekalongan, yang kaya akan tradisi kerajinan, kembali menunjukkan bahwa semangat berkarya tidak pernah padam, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF