Pengukuhan Ketua PKK Noyontaan Sari: Pekalongan Mantapkan Langkah Wujudkan Generasi Hebat 2045

Pengukuhan Ketua PKK Noyontaan Sari: Pekalongan Mantapkan Langkah Wujudkan Generasi Hebat 2045
Kota Pekalongan – Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan menggelar acara pengukuhan Ketua TP PKK Kelurahan Noyontaan Sari, Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran PKK, Posyandu, PAUD, dan Literasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga sejahtera dan generasi unggul. Kegiatan pelantikan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Pekalongan Timur. Selasa. (16/12/2025).
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya serta ucapan selamat kepada para ketua baru yang dikukuhkan. Ia menekankan bahwa PKK memiliki peran vital sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, sekaligus penggerak program pemberdayaan keluarga.
“PKK harus bersinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan untuk menyukseskan 10 Program Pokok PKK, mulai dari pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan,†ujarnya.
Sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki kedudukan setara dengan TP PKK sebagai lembaga kemasyarakatan. Posyandu tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menangani enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, keamanan, ketertiban, serta perumahan rakyat.
Program prioritas yang ditekankan adalah penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Melalui inovasi Posyandu Ketuk Pintu, kader diharapkan mampu mencegah risiko stunting sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia dini.
Sebagai Bunda PAUD, Inggit menegaskan pentingnya pendidikan sejak usia dini. PAUD bukan sekadar tempat bermain, melainkan langkah awal menuju masa depan yang cemerlang. Ia menekankan wajib belajar 13 tahun, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.
Kemendikdasmen turut mendukung dengan meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gerakan ini diharapkan melahirkan generasi emas Indonesia menuju 2045.
Selain itu, peran sebagai Bunda Literasi juga ditekankan untuk menggerakkan budaya membaca. Literasi dipandang sebagai jendela dunia dan pusat peradaban. Program literasi diharapkan meningkatkan minat baca masyarakat melalui taman baca, perpustakaan kelurahan, hingga perpustakaan digital.
Inggit menegaskan bahwa seluruh program kerja tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai pihak lainnya.
“Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah kita, sehingga seluruh program dapat berjalan lancar demi tercapainya masyarakat Kota Pekalongan yang sejahtera,†pungkasnya.
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF