Membangun Pembelajaran Bermakna: Workshop Kreativitas Seni Warnai Peringatan Hari Guru Nasional Kota Pekalongan

Membangun Pembelajaran Bermakna: Workshop Kreativitas Seni Warnai Peringatan Hari Guru Nasional Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Workshop Kreativitas Seni dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2025, berlangsung di Pendopo Trade Center Alun-Alun Pekalongan, Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan guru TK dari seluruh wilayah Kota Pekalongan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran kreatif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini.

Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini dibuka oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya didampingi Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Pekalongan beserta jajaran. Inggit mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan masa emas yang menentukan arah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Baginya guru punya peran penting sebagai pondasi utama pembentukan karakter dan perkembangan anak.

“Kita semua menyadari bahwa PAUD adalah masa emas bagi tumbuh kembang anak. Ini adalah fondasi utama yang menentukan kualitas SDM di masa depan. Kualitas fondasi ini sangat bergantung pada kualitas para guru,” katanya.

Inggit menilai tema kegiatan yang mengangkat Peningkatan Kompetensi Guru TK melalui Workshop Kreativitas Seni sangat relevan dan berdampak bagi pengembangan proses pembelajaran di lembaga PAUD. 

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan tiga poin penting terkait urgensi kreativitas seni dalam pembelajaran anak usia dini.

Menurutnya, dunia anak adalah dunia bermain, bereksplorasi, dan berkreasi. Seni, dalam berbagai bentuknya baik melukis, menari, musik maupun drama merupakan media alami bagi anak untuk mengekspresikan diri, perasaan, dan ide-ide yang tidak selalu bisa mereka ungkapkan secara verbal.

Kemudian, dijelaskan Inggit kreativitas seni diyakini tidak hanya meningkatkan motorik halus dan kasar anak, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional, sosial, hingga kognitif. Guru yang kreatif, kata beliau, mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan menyentuh seluruh aspek perkembangan anak.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa di era Kurikulum Merdeka, guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan fasilitator dan desainer pembelajaran yang berorientasi pada inovasi.

"Melalui workshop ini, kita berharap kreativitas guru akan terasah sehingga mampu menciptakan APE dan metode belajar yang inovatif, berangkat dari kearifan lokal Kota Pekalongan,” tandasnya.

Inggit berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan workshop ini sebagai momentum peningkatan profesionalitas.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, IGTKI–PGRI Kota Pekalongan memberikan dua kategori penghargaan kepada sosok berprestasi yang telah memberikan dedikasi besar bagi pendidikan anak usia dini. Penghargaan Tokoh Inspiratif Pendidikan Anak Usia Dini diberikan kepada Inggit Soraya sebagai praktisi PAUD, penggerak komunitas guru, pemberdaya orang tua, berdampak nasional dan menginspirasi banyak pendidik.

Selain itu juga, penghargaan Tokoh Pembina Pendidikan TK diberikan Mabruri selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, karena telah memberikan dukungan kepada IGTKI PGRI Kota Pekalongan untuk peningkatan profesionalisme guru TK, memperjuangkan regulasi yang mendukung standardisasi kompetensi, status dan tunjangan yang layak bagi guru TK, mendorong inovasi pembelajaran, membangun sinergi dengan pemerintah dan stakeholder pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada guru-guru TK berprestasi.

Serta Dharma Bhakti IGTKI-PGRI diberikan kepada Niniek Wahyuni atas masa pengabdian sebagai guru TK yang berdedikasi tinggi, selama bertahun-tahun dalam mengajar, kontribusi nyata terhadap organisasi IGTKI-PGRI, serta prestasi dalam dunia pendidikan tanpa pernah memiliki catatan pelanggaran atau sanksi.


Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)