Lagu “Kelola Sampah” Jadi Media Edukasi Anak Cinta Kebersihan

Lagu “Kelola Sampah” Jadi Media Edukasi Anak Cinta Kebersihan
 
Kota Pekalongan – Upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam menanggulangi darurat sampah mendapat dukungan inspiratif dari dunia pendidikan. Kepala SDN Medono 08, Fasfahi, S.Pd., menciptakan lagu berjudul “Kelola Sampah” sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pengelolaan sampah, sekaligus menjadi media edukatif untuk menanamkan nilai-nilai cinta kebersihan dan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sekolah dasar.
 
Fasfahi menjelaskan bahwa, ide penciptaan lagu ini muncul pada April–Mei 2025, saat Kota Pekalongan tengah menghadapi situasi darurat sampah. Menurutnya, berbagai ajakan dan sosialisasi dari Pemerintah Kota sudah gencar dilakukan melalui beragam media, namun pesan tentang pentingnya pengelolaan sampah perlu disampaikan dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima anak-anak.
 
“Saya menciptakan lagu ini karena yakin pesan lewat musik akan lebih efektif. Anak-anak bisa belajar sambil bernyanyi, dan pesan tentang kebersihan akan lebih melekat di hati mereka,” tutur Fasfahi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (16/10/2025).
 
Dijelaskan Fasfahi, awalnya, lagu Kelola Sampah direncanakan untuk ditampilkan dalam Launching Pengelolaan Sampah Dinas Pendidikan Kota Pekalongan di SMPN 8 pada 8 Mei 2025. Namun, karena padatnya agenda kegiatan, lagu tersebut baru bisa dipentaskan pada 14 Mei 2025 dalam acara Launching Bebas Sampah Kelurahan Medono yang dipusatkan di SDN Medono 08. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab yang sekaligus memberikan apresiasi atas kreativitas dunia pendidikan dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah.
 
Lebih lanjut, Fasfahi mengungkapkan bahwa, proses pembuatan lagu ini memerlukan waktu cukup panjang. Meskipun lagu tersebut sudah selesai sejak awal Mei, ia terus melakukan penyempurnaan baik dari sisi lirik, nada, maupun harmonisasi agar pesan yang ingin disampaikan bisa sampai dengan baik kepada anak-anak. 
 
Dalam proses penggarapannya, Fasfahi juga menggandeng sejumlah siswa berbakat dari SDN Medono 08 yang sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Lomba Menyanyi Tingkat Kota Pekalongan Tahun 2024/2025.
 
"Harapan Saya, lagu ini bisa menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk memahami pentingnya mengelola sampah. Sekaligus mendukung upaya Pemkot dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan bebas sampah,” ujarnya.
 
Untuk saat ini, lagu Kelola Sampah baru diperkenalkan secara internal di lingkungan SDN Medono 08. Namun dirinya berharap, karya tersebut ke depan bisa dibawakan di berbagai kegiatan tingkat kota seperti Hari Anak Nasional, Hari Batik, hingga Festival Literasi Kota Pekalongan. Dengan begitu, semakin banyak anak-anak yang bisa terinspirasi untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.
 
Sebagai seorang pendidik, Fasfahi juga berpesan kepada rekan-rekan guru agar terus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai cinta kebersihan dan tanggung jawab lingkungan sejak dini. 
 
Dunia pendidikan, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang sadar pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar.
 
“Saya berpesan kepada rekan-rekan pendidik, jangan pernah bosan bergelut dalam pengelolaan sampah. Dunia pendidikan punya peran besar dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Lewat lagu ini, kami ingin berkontribusi dalam gerakan bersama Pemkot menuju Pekalongan bebas sampah,” bebernya.
 
Terpisah, Wakil  Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis menilai, langkah kreatif Bapak Fasfahi ini menjadi bukti bahwa solusi terhadap permasalahan lingkungan tidak selalu harus bersifat teknis, tetapi juga bisa lahir dari pendekatan budaya dan pendidikan. 
 
"Lagu Kelola Sampah ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa edukasi lingkungan bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan membangun semangat positif di kalangan pelajar Kota Pekalongan,"pungkasnya.
 

Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)