Inggit Dorong Pendidik PAUD Terapkan Pembelajaran Komputasional

Inggit Dorong Pendidik PAUD Terapkan Pembelajaran Komputasional
 
Kota Pekalongan – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di era digital, guru PAUD binaan PKK se-Kota Pekalongan mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Komputasional, berlangsung di aula Kantor Dinas Pendidikan, Selasa (7/10/2025). Bimtek ini bertujuan membekali para pendidik dengan pemahaman baru mengenai konsep berpikir komputasional yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini.
 
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap menyenangkan dan sesuai dengan karakter anak usia dini.
 
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena hari ini diadakan bimtek untuk para kepala PAUD binaan PKK. Semua kita undang se-Kota Pekalongan untuk mengikuti bimtek komputasional. Harapannya, anak-anak nanti bisa berpikir komputasional. Ini bukan berarti anak-anak harus diajarkan coding yang rumit, tetapi diberikan pembelajaran yang menyenangkan supaya mereka bisa berpikir logis, mandiri, dan mampu memecahkan masalah,” tuturnya.
 
Menurutnya, pendidik PAUD sangat penting untuk memahami secara utuh tentang pembelajaran komputasional. Karena itu, melalui kegiatan bimtek ini para guru diharapkan dapat memahami makna serta penerapannya dengan benar di kelas masing-masing.
 
“Kami ingin guru pendidik memahami makna komputasional supaya tidak salah tangkap, karena ada beberapa yang belum mengetahui seperti apa sistem pembelajarannya. Diharapkan setelah bimtek ini mereka bisa menerapkannya kepada anak didiknya,” lanjutnya.
 
Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran komputasional dapat membantu anak-anak belajar lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada guru maupun teman. Anak akan dilatih untuk mencari solusi sendiri terhadap permasalahan yang dihadapi, sesuai dengan kemampuan dan kreativitasnya.
 
“Kelebihan dari pembelajaran ini adalah anak-anak bisa mandiri, memecahkan masalah dengan solusi yang mereka temukan sendiri. Biasanya anak masih tergantung dengan guru, tapi dengan pendekatan ini mereka akan lebih percaya diri dan tanggap,” jelasnya.
 
Inggit menegaskan bahwa metode pembelajaran yang digunakan bukan berupa coding rumit, melainkan melalui permainan, simbol, tanda, dan kegiatan interaktif yang melatih anak berpikir seperti komputer secara sistematis dan logis. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan berpikir kritis dan cepat tanggap menjadi modal penting sejak usia dini.
 
“Pembelajarannya melalui coding yang tidak rumit seperti simbol dan tanda. Sekarang teknologi serba cepat, jadi supaya anak-anak bisa berpikir lebih kritis dan tanggap untuk mendukung pendidikan PAUD yang bermutu,” tandasnya.
 
Sementara itu, Kasi Peserta Didik dan Kurikulum PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Fadila Ratnasari, menyebutkan bahwa bimtek kali ini menyasar sekitar 50 lembaga PAUD di bawah binaan PKK. Meski jumlah peserta masih terbatas, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat menjangkau seluruh lembaga PAUD di Kota Pekalongan di masa mendatang.
 
“Jumlah sasarannya ada sekitar 50 PAUD di bawah binaan PKK. Insyaallah jika ada anggaran lebih, kami ingin semua PAUD di Kota Pekalongan bisa mendapatkan pelatihan atau bimtek pembelajaran komputasional,” ungkapnya.
 
Ia berharap lembaga-lembaga yang telah mengikuti bimtek segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas.
 
“Harapan kami, lembaga yang sudah mengikuti bimtek bisa langsung mengimplementasikan pembelajaran komputasional kepada peserta didik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh anak-anak,” pungkasnya.

Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)