CJTEC Resmi Diluncurkan, Batik Pekalongan Siap Mendunia

CJTEC Resmi Diluncurkan, Batik Pekalongan Siap Mendunia
SEMARANG – Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah atau Central Java Trade and Export Center (CJTEC) resmi diluncurkan di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat (30/1/2026). Kehadiran CJTEC diharapkan menjadi jembatan strategis bagi UMKM Jawa Tengah untuk menembus pasar global.
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa CJTEC hadir sebagai rumah bersama yang menghubungkan UMKM dengan peluang ekspor ke berbagai negara. Menurutnya, UMKM masih menghadapi tantangan besar seperti perbedaan budaya, bahasa, hingga karakteristik pasar internasional.
“CJTEC ini diharapkan menjadi penghubung sekaligus pendamping, supaya UMKM bisa lebih siap masuk ke pasar global,” ujar Nawal.
Ia menambahkan, CJTEC juga berfungsi sebagai rumah kurasi produk agar kualitas UMKM sesuai dengan standar internasional. Selain itu, CJTEC akan difungsikan sebagai fasilitator business matching antara pengrajin UMKM dengan calon pembeli maupun eksportir.
Nawal menekankan pentingnya keberanian UMKM embrio untuk naik kelas. “Ke depan, kita harus menumbuhkan keberanian UMKM yang masih merangkak, supaya bisa naik kelas. Itu PR kita bersama,” ungkapnya.
Data terbaru menunjukkan kinerja ekspor nonmigas Jawa Tengah terus membaik. Pada November 2025, ekspor naik 14,59 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan tujuan utama ke Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Produk unggulan seperti kriya, batik, dan tenun troso menjadi daya tarik pasar global.
Peluncuran CJTEC juga dihadiri oleh Inggit Soraya, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas hadirnya program ini, yang menurutnya akan membuka peluang besar bagi UMKM dan perajin batik Pekalongan.
“Alhamdulillah saya bisa hadir dalam kegiatan launching CJTEC. Saya merasa bahagia karena dengan adanya program ini, Dekranasda Kota Pekalongan dapat mengembangkan UMKM dan kerajinan batik yang sudah dikenal hingga internasional,” ujar Inggit.
Ia menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan oleh para perajin batik dan UMKM lain untuk memperluas pemasaran hingga ke luar negeri. “Saya berharap Dekranasda Kota Pekalongan beserta para perajin dan UMKM dapat memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan pendapatan dan nilai jual produk,” tambahnya.
Kehadiran CJTEC menjadi bukti nyata sinergi antara Dekranasda Jawa Tengah dengan Kadin Jateng dalam mendorong UMKM agar lebih berdaya saing. Dengan dukungan kurasi produk, fasilitasi ekspor, dan pendampingan berjenjang, diharapkan tercipta ekosistem ekspor UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF