BPKP Jadikan Kota Pekalongan Contoh Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting

BPKP Jadikan Kota Pekalongan Contoh Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting
Kota Pekalongan – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam menekan angka stunting mendapat apresiasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah. Kota Pekalongan dipilih sebagai salah satu daerah percontohan praktik baik dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang berlangsung di Posyandu Tulip, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (11/8/2026).
Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Burhanuddin, menjelaskan bahwa Kota Pekalongan menjadi salah satu dari dua kabupaten/kota di Jawa Tengah yang dijadikan sampel evaluasi karena dinilai memiliki capaian penurunan angka prevalensi stunting yang baik. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi referensi penyusunan kebijakan nasional sekaligus bahan studi tiru bagi daerah lain.
"Kami ingin melihat praktik baik yang sudah dilaksanakan di Kota Pekalongan agar nantinya bisa dicontoh oleh kabupaten dan kota lain. Harapannya, keberhasilan ini dapat ditularkan sehingga percepatan penurunan stunting semakin optimal," ujar Burhanuddin.
Dalam evaluasi tersebut, BPKP meninjau berbagai aspek mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program hingga manfaat yang diterima masyarakat.
"Monitoring dilakukan di tingkat kelurahan dan Posyandu diantaranya di Posyandu Tulip Panjang Wetan dan Posyandu Kencono Wungu Kandang Panjang pada Senin (11/8) serta Posyandu Kenanga II Jenggot dan Melati 2 Kuripan Yosorejo untuk memastikan intervensi stunting, termasuk bagi keluarga berisiko stunting dan ibu hamil, berjalan sesuai sasaran,"bebernya.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Devi Apriyanti, menerangkan bahwa evaluasi mencakup empat kelurahan di dua kecamatan. Selain menelusuri realisasi anggaran, BPKP juga memastikan berbagai program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis lokal bagi balita dan ibu hamil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang P2KB Dinas Sosial Kota Pekalongan, Suprobo, menyampaikan bahwa pihaknya turut memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting (KRS), edukasi, penyuluhan, serta Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk kader PKK dan pendamping keluarga, agar intervensi dapat dilakukan sejak dini.
"Melalui sinergi lintas sektor, kami optimistis upaya percepatan penurunan stunting akan terus menunjukkan hasil positif. Dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Posyandu, hingga masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,"tukasnya.
Sumber : Dinkominfo Kota Pekalongan
(Tim Media Bagian Umum Setda Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF